Pelatihan Kurikulum 2013

Sebagai mana telah banyak diberitakan bahwa untuk tahun pertama, penerapan kurikulum 2013 untuk jenjang SD akan dilakukan di sekolah-sekolah yang telah siap dengan kriteria yang sudah ditentukan. Di samping itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga telah menetapkan para guru calon peserta pelatihan implementasi kurikulum 2013. Mereka nantinya yang akan melaksanakan kurikulum pada satuan pendidikan.

Untuk jenjang sekolah dasar (SD) guru sasaran pelatihan sebanyak lima orang guru, yaitu, kepala sekolah, guru kelas 1, guru kelas 4, guru agama, dan guru pendidikan jasmani di masing-masing sekolah yang sudah terpilih. Adapun untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) guru yang akan dilatih 11 orang guru untuk kelas VII meliputi kepala sekolah, guru agama, guru pendidikan jasmani, guru seni budaya, guru IPA, guru IPS, guru bahasa Inggris, guru bahasa Indonesia, guru PKN , guru matematika, dan guru prakarya . Khusus untuk mata pelajaran IPS, sekolah harus memilih salah satu guru yaitu guru sejarah, guru geografi, atau guru ekonomi. Demikian juga halnya untuk mata pelajaran IPA. Sedangkan untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) jumlah guru yang dilatih minimal sebanyak (5) lima orang termasuk kepala sekolah meliputi guru matematika, guru bahasa Indonesia, guru sejarah, dan guru bimbingan konseling (BK). Guru BK perlu dilatih, karena guru BK ini ke depan akan berperan besar terutama di dalam menentukan peminatan yang akan dipilih oleh siswa,”

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kemendikbud Syawal Gultom menuturkan, persiapan pelatihan guru sudah matang. “Data-data peserta sudah beres semua, sudah disebar ke daerah. Nanti tinggal verifikasi akhir dan penetapan,” katanya, Kamis (28/2). Syawal menjelaskan, pelatihan dimulai dengan penataran instruktur nasional. Posisi struktur nasional ini sepenuhnya diisi oleh para dosen dari kampus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Seluruh kursi instruktur nasional ini diisi dosen karena berdasarkan alasan kemampuan. Dengan menaruh dosen di posisi ini, pelatihan bisa berjalan cepat. Rencananya, pelatihan para instruktur nasional ini akan berjalan pada April nanti.

Tahapan selanjutnya adalah pelatihan untuk jenjang guru inti. Posisi guru inti diisi oleh guru-guru berprestasi, baik nasional maupun internasional. pelatihan guru inti ini akan digawangi oleh para instruktur nasional yang telah dilatih lebih dulu. Diperkirakan para guru inti akan dilatih pada Mei nanti. Setelah pelatihan guru inti, selanjutnya seluruh guru inti ini akan ditugasi melatih guru kelas dan guru mata pelajaran pada Juni depan. Setiap tiga orang guru inti, dibebani melatih 30-40 orang guru kelas atau guru mata pelajaran. Setiap pelatihan di masing-masing jenjang digelar selama 52 jam dalam lima hari. Selama kurun waktu pelatihan itu dilaksanakan mulai dari jenjang instruktur nasional, guru inti, hingga guru kelas dan guru mata pelajaran dengan full praktek.

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Tentang karyo ryono

Jadilah embun meski sebentar hadir namun menyejukkan
Pos ini dipublikasikan di Kurikulum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s